Exploring coral reef in North Maluku Seascape

On April, 22 Wildlife Conservation Society Marine Program conducted ecology survey in four region in North Maluku province, namely Mare Island, Widi Island, Kayoa Island and Morotai Island. This activity is collaboration with USAID Sea Project for collecting marine baseline surveys to assess the health of diverse coral reefs. The five-year USAID SEA Project provides support for the Government of Indonesia in marine conservation and sustainable fisheries management in Maluku, North Maluku and West Papua.

At this moment, high pressure to coastal ecosystem especially from destructive fishing and increasing of global warming has led to degradation of coral reef ecosystem across in Indonesia especially in the last year 2016. So the need of establish MPA (marine protected area) will help protect and manage the unique biodiversity, fisheries and other ecosystem services the seascape provides.

The dive team had collected  52 location of baseline data on the abundance and diversity of corals and fish species, as well as key invertebrates such as sea cucumbers which are an important source of livelihood for local communities. Our observation found that several locations was threatened by destructive fishing.  This is common problem that led to degradation of coral reef across in Indonesia even though there are hope and optimism, as long as we conducted the survey, the team also found a number of marine mega fauna likes shark, manta ray cleaning stations, thurtle and dolphins in several location. Hard coral cover is recorded has >60% percen cover in several location of area study.  Finally, MPA that will be created in the North Maluku we hope can reduce threats by separat­ing conflicting uses, protecting important fishing areas (e.g., spawning aggregation sites) and also promoting sustainable fisheries.

Beautiful of Coral Reef

Some pictures that i had collected from the first time, I was starting of study about of coral reef. In my deepest heart, I am always always so excited when I can give some of contribute in conservation of coral reef in Indonesia.

Honolulu, Hawaii

My first time attending international coral reef symposium (ICRS) in Honolulu, Hawaii. For this conference, I was presenting about the effectiveness of management marine protected area based on study from Karimunjawa National Park. This is very awesome experience when we can meet with scientiest with the same interest in coral reef management from all around the world.

 

 

Belajar dan menjaga ekosistem bawah laut di Desa Bahoi

Bahoi, itulah nama salah satu desa yang berada di Kabupaten Minahasa Utara. Sebagai salah satu desa yang memploklamirkan kegiatan wisata laut yang berbasiskan konservasi. Konservasi di sini diartikan sebagai salah tindakan menjaga dengan  menyisihkan sebagian area yang dibentuk menjadi daerah perlindungan laut  dengan harapan sumberdaya yang ada bisa dijaga dan dikelola secara arif dan berkelanjutan. Pada awalnya tahun 1999, desa ini jadi satu di antara 31 desa di kawasan pesisir yang diarahkan sebagai wilayah Daerah Perlindungan Laut (DPL). Melalui program Coastal Resources Management Project (CRMP), warga desa mendapat sejumlah sosialisasi dan kegiatan.

Pagi ini saya coba merangkai sedikit cerita yang saya dapat ketika melakukan kunjungan ke desa tersebut dalam rangka kegiatan penelitian terhadap beberapa desa yang sudah pernah didampingi sebelumnya oleh WCS. Beberapa DPL yang kami survei, yaitu DPL Pulisan, DPL Tarabitan, DPL Tambun dan DPL Tanah Putih. tidak termasuk DPL di daerah Bahoi.

Perjumpaan dengan Dugong

Hari pertama setelah beres kegiatan survei di DPL Tanah Putih, ketika kapal kecil yang kami naiki mulai memasuki wilayah Bahoi. Anis, salah seorang teman yang menemani kami survei berteriak bahwa dia melihat seekor dugong tampak sekelebat dugong tersebut terlihat di permukaan. agak sulit memang untuk mendekat secara hewan ini sedikit pemalu terhadap manusia. Beberapa lokasi yang kami temui terlihat kondisi ekologis masih terlihat cukup baik, meskipun kerusak yang ditemukan masih ada.

Bahoi yang merupakan salah satu desa yang masih menjaga ekositem lautnya memang perlu didukung dan dijaga lebih lanjut mengingat kekayaan dan keanekaragaman hayati laut yang masih cukup alami berupa hamparan ekosistem mangrove dan terumbu karang, selain itu spesies kunci seperti dugong yang masih sering terlihat di desa tersebut merupakan salah satu spesies yang mesti dijaga dan dilindungi.  mengingat status  IUCN mengklasifikasikan dugong sebagai spesies hewan yang terancam, manakala CITES melarang atau mengharamkan perdagangan barang-barang produksi yang dihasilkan dari hewan ini. Walau pun spesies ini dilindungi di beberapa negara, penyebab utama penurunan populasinya di antaranya ialah karena pembukaan lahan baru, perburuan, kehilangan habitat serta kematian yang secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas nelayan dalam menangkap ikan.

 

 

Conservation effort in Gili Banta and Kelapa island

This slideshow requires JavaScript.

In Juny 2015, after finished the survey in Takabonerate Marine national park. Me and team continued to conducted ecological baseline data. This activity was suported by WCS (Wildlife Conservation Society) and  local government  especially from marine and fisheries agency in Bima regency. They also joined and followed the team to stayed in Kelapa and Gili Banta Island.

WCS had been worked in Lombok and Sumbawa island since 2012. it  was started from conducted ecological and socio economic survey in Gili Matra (Trawangan, Air and Meno). Today we are support to establish marine protected area in Bima and Dompu regency. This survey had a target to documentated marine biodiversity, and also documentated condition of coral reef especially in Bima and Dompu region. As a part of region in lesser sunda Bima and Dompu played importance roles as an area nursery ground and habitat for 76 % marine species and also area for habitat marine mamals. This area was threatened by destructive fishing use the fish bombing and poison. this activity is really damaged for ecosystem of coral reef and it wouldnt to ensure sustainable fisheries in this region.

the next day, When we dive in Gili Banta and Kelapa island we found manta, a marine biota charismatic species. This species was threatened from targeting commerce and ilegal catching. I can see this species swam in the water surface and tried to approach the boat. and luckily i had a chance to capture the photos. Today we face the big  challenge, as far as i know there are many demand from the foreign country for the fish gills. In 2014 by decision number 4 Indonesia through marine and fisheries ministry of Indonesia had regulated the laws about assignment status full protection of Manta Ray.  Meanwhile  from international regulation in convention cites (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) this species was category appendix II with status endangered.

Finally we need to better understanding about our oceans. The conservation effort through establish marine protected area is the main necessity to ensure and protected our coastal area and marine species who living in it.

Rinjani punya cerita

Danau Segara Anakan

Danau Segara Anakan

Pertama kali lihat kemegahannya adalah tahun 2013 ketika itu saya sedang melakukan survei terumbu karang di Gili Sulat,saya menengok ke arah kanan dan kiri dua gunung menjulang tinggi satu di Pulau Lombok (Rinjani)  dan satu lagi di Pulau Sumbawa (Tambora). Teman saya bercerita kalau kamu ke Lombok belum lengkap rasanya sebelum mencoba untuk naik ke sana. Berpikir sejenak, apakah saya bisa???

Bulan Mei 2015 

Bertepatan dua hari libur ke jepit saya memberanikan diri untuk berjalan ke luar bukan ke laut dan bukan juga kerjaan, yap melihat kemegahan istana Dewi Anjani, sebuah gunung kokoh berdiri megah di Pulau Lombok dengan ketinggian 3726 di atas permukaan laut. Banyak yang bilang gunung ini merupakan salah satu gunung tercantik di Indonesia, ungkapan yang bukan pemanis saja.

Gunung Rinjani memang surganya petualang, sebab disini ada semua yang di gunung lain tak ada hehe. Beberapa aktivitas lain bisa kita coba di sini seperti memancing ikan di Danau Segara Anakan. Baik ketika memulai perjalanan melalui jalur Sembalun maupun Senaru mata akan selalu dimanjakan oleh indahnya hamparan savana luas, selain itu ada satu rute yang sanggat saya sukai ketika berjalan turun dari Pelawangan Sembalun menuju ke Danau Segara Anakan berupa batu besar di sini kita bisa melihat hamparan tebing-tebing gunung membentuk sebuah lubang dengan satu pandangan besar berupa Danau Segara Anakan, meskipun sedikit lelah dan capai semuanya terbayarkan oleh Cantiknya paras Dewi Anjani. Sekali lagi Rinjani memberikan saya satu pelajaran berharga bahwa sebuah gunung bukanlah untuk ditaklukan tapi bagaimana kita bisa menaklukan diri sendiri untuk bersikap wajar dan tidak sombong yang pasti tetap mawas diri.

Sekali lagi Terima kasih kepada teman-teman Penggiat Alam Bebas serta kepada mas Budi Trayantoro yang mau berbaik hati membagikan sebagian foto kamera nya untuk saya tuliskan di sini.. satu lagi jangan buang sampah sembarangan ya.

Marching On Together

Here we go with Leeds United,
We’re gonna give the boys a hand,
Stand up and sing for Leeds United,
They are the greatest in the land

na na na

Everyday, we’re all gonna say,
We love you Leeds! Leeds! Leeds!
Everywhere, we’re gonna be there,
We love you Leeds! Leeds! Leeds!

Marching On Together!
We’re gonna see you win
na na na na na na
We are so proud,
We shout it out loud
We love you Leeds! Leeds! Leeds!

We’ve been through it all together,
And we’ve had our ups and downs (UPS AND DOWNS!)
We’re gonna stay with you forever,
At least until the world stops going round

na na na

Everyday, we’re all gonna say
We love you Leeds!Leeds!Leeds!
Everywhere, we’re gonna be there,
We love you Leeds! Leeds! Leeds!

Marching On Together!
We’re gonna see you win
na na na na na na
We are so proud,
We shout it out loud
We love you Leeds! Leeds! Leeds!
We are so proud,
We shout it out loud,
We love you LEEDS! LEEDS! LEEDS!