Explore Indonesia : Alor

          This is a next story from my activities when i were joined as a marine fish collector in Alor Expedition with WWF-Indonesia on March 2014. This survey is aimed to record the marine biodiversity of corals and fishes and also assess the overall health of the reefs to help identify areas of importance for conservation, surely from this survey we will establish for Marine Protected Area (MPA) as you know MPA will improve of coral reefs from destructive fishing and protect of coastal area include the marine biota that lives in the inside of that area. We start the journey from Kalabahi on 13 March 2014 and end the journey on 1 April in Kalabahi too, so in this journey we surrounded Alor and East Flores.

20140329_085210

a dinggih small boat from Minami Vessel

IMG_4413

Coral reef monitoring survey

Beautiful Sunset in Alor

Beautiful Sunset in Alor

   In this survey we collect the data for benthic substrate with Point Intercept Transect (PIT) and visual sensus survey for abundance and biomass of reef fish.  This is amazing experience, because we take activity with 3 dives/day, sometimes 4 dives/day with the number 72 site, so we must to keep the body to stay health. along the journey sometimes we saw a group of cetacean (lumba-lumba) swim around the boat and look pursue each other.

???????????????????????????????

Sunset on Minami Boat

     From a several observation we found a damage of coral reef  mostly the damage of coral reef is caused from the destructive fishing likes the location at Lato village, East Flores, mostly this event is caused by human who use some tools (likes bombing or potasium) to get catch fish more, but this way is very damage because the bomb are thrown by human will burst in underwater and it will destroy of ecosystem of coral reef, and finally the fish would be hard to was captured anymore.  The other condition that must be attention is strong current as you know Alor having of their geographical location that is surrounded by the strait, sometimes after we finishing to collect the data, there are some condition with strong current so we must to exit from the water and then  exit on the beach to keep safely. Sometimes  on the location with strong current likes that one (Tanjung Batu Payung) we saw many gorgonian sea fans, soft corals and also SHARK this is amazing when i saw 5 shark mostly (white thip shark) on The Tanjung Batu Payung, this location is very unique with many groupers, pelagic fish,  on the 15 m depth and also the visibility is very good and clear with a condition of substrat slope approached wall.

I successfully landed on the mainland

I successfully landed on the mainland

   The data that we gather now can be considered as baseline data, as it is obtained before the KKPD comes into full force, and by comparing our data with future data to be collected in the coming years, we can measure periodic changes taking place in each sampling site.

* This service on the Menami boat is very amazing particulary about the meal, honestly i would never have expected to be able to eat such vegetable, milk and everything is prepared by our chief, and the fact my body weight is increased.!!

Advertisements

Alor-Kapal Minami-Expedition

23 Mei 2014

Hello Buddy selamat sore baru menyempatkan lagi untuk berbagi cerita. yap cerita tentang satu perjalanan pertama saya DIVE dengan jumlah lokasi penyelaman hingga 60an titik. pengalaman yang excited oh iya ini pertama kalinya juga penyelaman dan aktivitas dilakukan seluruhnya di kapal alias Live a Boat!!!

Kegiatan ini merupakan salah satu inisiasi kerjasama yang dilakukan oleh World Wildlife Fund Indonesia dan Wildlife Conservation Society Indonesia dalam upaya penggumpulan data ekologi terumbu karang sebagai upaya dalam penilaian kawasan konservasi perairan yang dilakukan selama kurang lebih hampir sebulan mulai dari tanggal 3 Maret dan berakhir pada tanggal 30 Maret. Secara keseluruhan kegiatan ini juga  bekerja sama dengan Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Balai Riset Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta Dinas Kelautan Kabupaten Alor dan Flores Timur.

Kapal Menami yang dibawa langsung oleh WWF

Kapal Menami yang dibawa langsung oleh tim WWF

Kapal yang akan kita gunakan sebagai live a boat adalah kapal Menami Kapal Menami, kapal kayu berukuran 63 GT didatangkan langsung oleh WWF dari basenya di Wakatobi merupakan kapal yang digunakan dalam perjalanan kita menggarungi perairan Alor hingga Flores Timur. Nama Menami mempunyai arti ikan napoleon dalam bahasa orang Wakatobi.

Hari pertama penyelaman dilakukan pada pulau Ternate, kita membagi menjadi dua tim, yaitu tim A dan tim B setiap masing-masing tim memiliki peran sebagai Coral reef Ecologist, Reef fish specialist dan sebagai roll master. Pada penyelaman pertama kita memilih lokasi di Pulau Ternate. Pulau ini secara geografis menampilkan bentang alam yang cukup indah seperti gunung kecil yang terbenam di tengah lautan.

Pulau Ternate (credit foto oleh Nara)

Pulau Ternate (credit foto oleh Nara)

Hari pertama cuaca cukup cerah ditemani oleh panasnya sinar matahari  kami pun turun menyelam, takjub saya langsung melihat hiu black thip dengan ukuran 60 cm, masih cukup kecil saya bilang, penyelaman ini dilakukan pada kedalaman kurang lebih 8 meteran, saya berperan sebagai pengumpul data ikan karang sementara teman saya Tutus dari WWF berperan sebagai penggambil data ikan karang ukuran besar. Kondisi perairan memang khas perairan timur dengan kecerahan yang cukup baik serta kondisi arus yang relatif cukup tenang untuk diselami.

Pecahan Karang pada lokasi A di Pulau Ternate

Pecahan Karang pada lokasi A di Pulau Ternate

Tim B bersiap turun di Pulau Ternate (credit foto oleh Bang Ubun)

Tim B bersiap turun di Pulau Ternate (credit foto oleh Bang Ubun)

Credit Foto Oleh Bang Ubun

Terumbu Karang Pulau Ternate (Credit Foto Oleh Bang Ubun)

Pulau Ternate (Credit foto oleh Bang Ubun)

Pulau Ternate (Credit foto oleh Bang Ubun)

Pada titik ini masih terlihat ada banyak kerusakan karang sepertinya dugaan destruktif fishing yang masih marak dilakukan. Hal yang berbeda ditemukan pada lokasi penyelaman tim B, saya merasa takjub. Indah begitulah kesan pertama yang ada di benak kepala saya dan inilah satu cerita saya tentang Alor  (Sayang saya tidak memegang kamera hehe pastinya saya masih akan cerita banyak tentunya masih seputar kegiatan penyelaman di Alor )