Alor-Kapal Minami-Expedition

23 Mei 2014

Hello Buddy selamat sore baru menyempatkan lagi untuk berbagi cerita. yap cerita tentang satu perjalanan pertama saya DIVE dengan jumlah lokasi penyelaman hingga 60an titik. pengalaman yang excited oh iya ini pertama kalinya juga penyelaman dan aktivitas dilakukan seluruhnya di kapal alias Live a Boat!!!

Kegiatan ini merupakan salah satu inisiasi kerjasama yang dilakukan oleh World Wildlife Fund Indonesia dan Wildlife Conservation Society Indonesia dalam upaya penggumpulan data ekologi terumbu karang sebagai upaya dalam penilaian kawasan konservasi perairan yang dilakukan selama kurang lebih hampir sebulan mulai dari tanggal 3 Maret dan berakhir pada tanggal 30 Maret. Secara keseluruhan kegiatan ini juga  bekerja sama dengan Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan Balai Riset Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta Dinas Kelautan Kabupaten Alor dan Flores Timur.

Kapal Menami yang dibawa langsung oleh WWF

Kapal Menami yang dibawa langsung oleh tim WWF

Kapal yang akan kita gunakan sebagai live a boat adalah kapal Menami Kapal Menami, kapal kayu berukuran 63 GT didatangkan langsung oleh WWF dari basenya di Wakatobi merupakan kapal yang digunakan dalam perjalanan kita menggarungi perairan Alor hingga Flores Timur. Nama Menami mempunyai arti ikan napoleon dalam bahasa orang Wakatobi.

Hari pertama penyelaman dilakukan pada pulau Ternate, kita membagi menjadi dua tim, yaitu tim A dan tim B setiap masing-masing tim memiliki peran sebagai Coral reef Ecologist, Reef fish specialist dan sebagai roll master. Pada penyelaman pertama kita memilih lokasi di Pulau Ternate. Pulau ini secara geografis menampilkan bentang alam yang cukup indah seperti gunung kecil yang terbenam di tengah lautan.

Pulau Ternate (credit foto oleh Nara)

Pulau Ternate (credit foto oleh Nara)

Hari pertama cuaca cukup cerah ditemani oleh panasnya sinar matahari  kami pun turun menyelam, takjub saya langsung melihat hiu black thip dengan ukuran 60 cm, masih cukup kecil saya bilang, penyelaman ini dilakukan pada kedalaman kurang lebih 8 meteran, saya berperan sebagai pengumpul data ikan karang sementara teman saya Tutus dari WWF berperan sebagai penggambil data ikan karang ukuran besar. Kondisi perairan memang khas perairan timur dengan kecerahan yang cukup baik serta kondisi arus yang relatif cukup tenang untuk diselami.

Pecahan Karang pada lokasi A di Pulau Ternate

Pecahan Karang pada lokasi A di Pulau Ternate

Tim B bersiap turun di Pulau Ternate (credit foto oleh Bang Ubun)

Tim B bersiap turun di Pulau Ternate (credit foto oleh Bang Ubun)

Credit Foto Oleh Bang Ubun

Terumbu Karang Pulau Ternate (Credit Foto Oleh Bang Ubun)

Pulau Ternate (Credit foto oleh Bang Ubun)

Pulau Ternate (Credit foto oleh Bang Ubun)

Pada titik ini masih terlihat ada banyak kerusakan karang sepertinya dugaan destruktif fishing yang masih marak dilakukan. Hal yang berbeda ditemukan pada lokasi penyelaman tim B, saya merasa takjub. Indah begitulah kesan pertama yang ada di benak kepala saya dan inilah satu cerita saya tentang Alor  (Sayang saya tidak memegang kamera hehe pastinya saya masih akan cerita banyak tentunya masih seputar kegiatan penyelaman di Alor )

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s