Kegiatan transplantasi karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Kegiatan transpantasi merupakan salah satu upaya konservasi untuk menumbuhkan kembali komunitas terumbu karang yang rusak dengan maksud tujuan ekosistem yang rusak tersebut dapat pulih kembali dengan adanya individu biru. Kegiatan trasnplantasi saya lakukan pada saat adanya kegiatan praktek kerja lapang yang saya lakukan bersama kelompok PERNITAS yang bergerak dalam usaha budidaya karang hias bersama yayasan TERANGI.

Alat dan Bahan yang digunakan

            Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama berlangsungnya kegiatan praktek kerja lapangan.  Data mengenai  alat dan bahan yang digunakan dalam program transplantasi karang adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Alat yang digunakan dalam metode Transplantasi Karang

Alat

Kegunaan

Peralatan selam

Pemasangan Substrat F0 pada paralon

Wadah sample

Tempat menyimpan karang yang telah dipotong

perahu

Transportasi

Jangka sorong

Pengukur pertumbuhan karang

Pemotong karang (tang)

Pemotong karang yang digunakan untuk F0

Frame Paralon

Sebagai tempat menyimpan frame karang

Jaring dengan mesh 2,2 X 2,2 cm

Mengikatkan karang pada Frame Paralon

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam metode transplantasi karang

Bahan

Kegunaan

Semen

Substrat menyimpan karang

Sample Karang hidup

Sebagai bibit indukan

    Langkah- langkah teknik Transplantasi Karang

Transplantasi merupakan suatu teknik penanaman dan pertumbuhan koloni karang baru dengan metode fragmentasi, dimana benih karang diambil dari suatu induk koloni tertentu. Transplantasi karang memiliki tujuan untuk mempercepat regenaerasi terumbu karang yang telah mengalami kerusakan atau untuk memperbaiki daerah terumbu karang yang rusak, terutama untuk meningkatkan keragaman dan persen penutupan ( Hariot dan Fisk, dalam Departemen Kelautan Perikanan  2002 ).

Langkah- langkah kegiatan transplantasi karang yang diamati oleh praktikan selama kegiatan PKL adalah sebagai berikut :

 Penyusunan rak, jaring, dan substrat untuk  tahap F0—>Persiapan bibit fragmen untuk F0—->Pemasangan fragmen pada Substart F0—->Fragmen F0 (induk) disusun di laut—>Fragmen F0 yang telah tumbuh siap dipotong kembali sebagai bibit baru—>Persiapan F1 (anakan)  dengan melakukan Tagging untuk mendandakan jenis karang

Penyusunan rak, jaring, dan substrat untuk tahap F0 (indukan)

Kegiatan penyusunan rak,  dan jaring  dilakukan dengan memilih media yang relatif datar, kedalamannya mendekati kedalaman pengambilan bibit transplantasi.  Rak yang digunakan terbuat dari bahan paralon kecil yang diisi semen dan cat agar tidak mengakibatkan pencemaran. Bentuk rangka yang digunakan sebaiknya berbentuk siku dengan ukuran 100 cm X 80 cm. Pengikatan substrat pada jaring berjarak kurang lebih 25 cm. Substrat yang digunakan dalam transplantasi karang adalah substrat yang terbuat dari bahan semen, substrat ini yang nantinya digunakan sebagai tempat tumbuhnya karang.

Persiapan bibit induk untuk fragmen F0

Kegiatan persiapan bibit induk ini dilakukan sebagai tahap untuk menyiapkan bibit baru, proses pengambilan bibit untuk indukan ini diambil dari tempat yang secara khusus sudah dibudidayakan untuk fragmen F0, sehingga tidak lagi mengambil langsung dari alam.. Persiapan bibit indukan ini dilakukan dengan cara memotong beberapa karang menggunakan Tang (pemotong karang)  yang nantinya digunakan sebagai indukan baru. Untuk ukuran koloni yang dijadikan bibit indukan tidak memperhitungkan baik besar, maupun kecilnya, biasanya untuk pengambilan bibit ini  menyisakan sebagian besar koloni . Sebagian besar koloni yang sudah dipotong dibuang di laut. . Sementara untuk  ukuran koloni yang dijadikan bibit indukan tidak memperhitungkan ukuran baik besar, maupun kecilnya.

Pemasangan fragmen F0 (induk ) pada substrat

Pada tahap ini fragmen karang yang telah dipotong menggunakan tang ditancapkan pada substrat yang telah dibuat menggunakan semen. Pada tahap ini karang ditancapkan pada substrat, lalu ditambahkan kembali menggunakan semen, sehingga hasil yang terlihat lebih rapi dan tidak mudah terkoyak oleh pergerakan arus.

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengikatan bibit pada substrat adalah antara lain (Amir, 2005) :

  1. Pengikatan sebaiknya dilakukan di air
  2. Pengikatan yang dilakukan di permukaan air jangan terlalu lama ( Kurang lebih 20 menit )
  3. Bibit diikat seerat mungkin agar tidak koyah dan lepas
  4. Bagian bawah substart bibit menempel pada substrat dengan posisi tegak terikat erat pada patok substrat .

Selain itu pada tahap ini dilakukaan juga penandaan pada jenis karang yang ditransplantasikan menggunakan label permanen yang diletakkan diantara koral dan substrat. Label ini terbuat dari plastik keras/ kuat dengan tulisan tercetak di atasnya (Gambar 1).

0104Ac.fo2.00088

Gambar 1.Kode karang yang di transplantasikan

Keterangan :

01= Kode Perusahaan

04= Tahun Propagasi

Ac.fo= Acropora Formosa

2 = Level Propagasi, yaitu propagasi tahap 2

000088= Nomor kode individual koral

Label ini kemudian dikaitkan dengan plastik filamen dan diletakan pada koral yang tidak akan terlepar setelah pemasangan.

Fragmen F0 (induk) disusun di laut

Setelah pemasangan fragmen pada substrat F0 (induk ), maka fragmen  yang sudah ada disusun di laut dengan menggunakan rangka, dan jaring yang sudah dibuat di awal tadi. Proses pemilihan tempat di laut dipilih tempat yang relatif datar dengan kedalaman 3- 5 meter untuk memudahkan proses fotosintesis, sehingga karang dapat tumbuh dengan baik

Fragmen F0 (induk) yang telah tumbuh

Setelah menunggu fragmen F0 yang telah tumbuh dengan rentan waktu 4 bulan, karang ini siap menjadi indukan baru, yang nantinya dapat dihasilkan bibit- bibit anakan hasil dari transplantasi indukan. Untuk kriteria pemilihan bibit indukan untuk anakan dilakukan dengan melihat ukuran umur  indukan setelah berumur  4-6 bulan dimasukan dalam kategori 1, sementara umur 8- 12 bulan dimasukan dalam katagori 2 serta harus melalui BAP (Berita Acara Pemerikasaan )Taman Nasional Kepulauan Seribu

Persiapan F1( anakan ) dengan melakukan tagging untuk kegiatan produksi

Dari bibit indukan  proses dilanjutkan dengan penanaman bibit anakan hasil transplantasi dari fragmen F0 (induk) yang telah tumbuh. Di sini kita melakukan proses pembuatan substrat kembali,  melakukan kegiatan pengkodean  (tagging) untuk masing- masing jenis karang Setelah itu fragmen kembali disusun di laut . Setelah menunggu dengan rentan waktu 4 hingga 6 bulan karang yang sudah tumbuh dengan ukuran 6-9 cm siap diproduksi dengan melakukan packing menggunakan box besar.

Pada saat  proses packing ini karang yang dimasukan ke dalam box besar ini dibungkus plastik, serta ditambahkan es batu,  hal ini dimaksudkan karang yang berada di dalam box masih berada dalam kondisi suhu yang cukup sesuai, serta karang yang  akan dikirim tidak mangalami stres .

Harga yang dijual untuk satu individu koral berkisar antara Rp 10.000-  Rp 20.0000.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s