Pengaruh SPL terhadap pemutihan Karang

Suhu merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisme di lautan, karena suhu mempengaruhi baik aktivitas metabolisme maupun perkembangbiakan dari organisme-organisme tersebut. Daerah tropik lebih banyak menerima panas daripada daerah kutub, yang pada dasarnya disebabkan oleh tiga faktor : pertama, sinar matahari yang merambat melalui atmosfer akan banyak kehilangan panas sebelum mencapai daerah kutub, bila dibandingkan daerah ekuator. Kedua, oleh karena besarnya perbedaan sudut datang sinar matahari ketika mencapai permukaan bumi. Pada daerah kutub sinar matahari yang sampai di permukaan bumi akan tersebar pada daerah yang lebih luas dari pada di daerah ekuator. Ketiga, di daerah kutub lebih banyak panas yang diterima oleh permukaan bumi yang dipantulkan kembali ke atmosfer. Hal ini sekali lagi disebabkan oleh sudut relatif ketika sinar matahari mencapai permukaan bumi (Hutabarat dan Evans,  2006).

Indonesia yang berada pada wilayah tropik dengan kisaran suhu permukaan laut sebesar 27 ˚C- 29 ˚C, sebaran suhu secara menegak menurut Nondji (2005) di perairan Indonesia umumnya mempunyai pola seperti ditampilkan pada Gambar 2. Sebaran suhu secara menegak dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu lapisan hangat di bagian atas, lapisan termoklin di bagian tengah dan lapisan dingin di bagian bawah. Secara alami suhu air permukaan memang merupakan lapisan hangat akibat pengaruh radiasi matahari. Adanya pengaruh angin maka lapisan pada kedalaman 50-70 meter terjadi pengadukan, sehingga pada lapisan tersebut memiliki suhu hangat (28˚C) yang homogen. Pada lapisan homogen terdapat lapisan termoklin, di mana suhu menurun cepat terhadap kedalaman. Suhu yang turun menyebabkan densitas air meningkat, maka lapisan termoklin ini merupakan daerah perlonjakan kenaikan densitas yang sangat menyolok. Perubahan densitas ini bisa lebih diperkuat lagi karena di lapisan ini salinitas sering meningkat dengan cepat. Akibatnya air di bagian atasnya tidak bisa bercampur dengan lapisan air di bawahnya. Pada lapisan paling bawah terdapat lapisan homogen dan dingin, dengan penurunan suhu hingga kedalaman lebih dari 1000 meter suhu biasanya menjadi kurang dari 5 ˚C.

Gambar 1. Profil menegak suhu di laut

              Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang berada di wilayah pesisir dimana pada akhir dekade tahun 2000-an telah terjadi degradasi terhadap ekosistem ini yang banyak disebabkan oleh adanya aktifitas manusia dan perubahan lingkungan (Budemeier et all, 2004). Salah satu faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya degradasi adalah terjadinya peningkatan suhu permukaan laut yang terjadi secara global terhadap dunia.  

              The Third Intergovernmental Panel on Climate Change  (IPCC) menemukan bahwa pemanasan atmosfer dan lautan sejak akhir abad ke-19 akan terus meningkat pada  masa mendatang, terutama sebagai akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Konsentrasi gas rumah kaca ini akan  terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang,  diprediksikan bahwa pada tahun 2050 hingga 2010 akan terjadi kenaikan suhu sebesar 0,8 – 2,6° C pada tahun 2050 dan 1,4° C -5,8 ° C pada tahun 2100 (Tabel 1).

Tabel 1. Kajian perubahan suhu , emisi CO2, permukaan air laut dari tahun 1880-

2000

Variable

Pengamatan

Perkiraan

1880

2000

2050

2100

CO2 (ppmv)

280

367

463-623

478-1,099

Global mean temperature(°C)(°F) +0,4-0,8+0,7-1,4 +0,8-2,6+1,4-4,7 +1,4-5,8+2,5-10,4

Tropical SST (°C)

(°F)

~+1,0-3,02~+1,8-5,42 

Sea Level (m)

(ft)

+0,073-0,1540,23-0,49 +0,05-0,32+0,16-1 +0,09-0,88+0,29-2,88

Sumber : (IPCC, 2007)

Pemutihan karang  terjadi akibat berbagai macam  tekanan, baik secara alami maupun karena manusia, yang menyebabkan degenerasi atau hilangnya zooxanthellae pewarna dari jaringan karang. Dalam keadaan normal, jumlah zooxanthellae berubah sesuai dengan musim sebagaimana penyesuaian karang terhadap lingkungannya. Pemutihan dapat menjadi sesuatu hal yang biasa dibeberapa daerah. Selama peristiwa pemutihan, karang kehilangan 60–90% dari jumlah zooxanthellae-nya dan zooxanthellae yang masih tersisa dapat kehilangan 50– 80% dari pigmen fotosintesinya. Ketika penyebab masalah itu disingkirkan, karang yang terinfeksi dapat pulih kembali, tetapi jumlah zooxanthellae kembali normal, tetapi hal ini tergantung dari durasi dan tingkat gangguan lingkungan. Gangguan yang berkepanjangan dapat membuat kematian sebagian atau keseluruhan tidak hanya kepada individu koloni, tetapi juga terumbu karang secara luas. Belum banyak yang dimengerti dari mekanisme pemutihan karang. Akan tetapi, diperkirakan dalam kasus tekanan termal, kenaikan suhu menganggu kemampuan zooxanthellae untuk berfotosintesis, dan dapat memicu produksi kimiawi berbahaya yang merusak sel-sel mereka. Pemutihan dapat pula terjadi pada organisme-organisme bukan pembentuk terumbu karang seperti karang lunak (soft coral), anemon dan beberapa jenis kima raksasa tertentu (Tridacna sp.), yang juga mempunyai alga simbiosis dalam jaringannya. Sama seperti karang, organisme-organisme ini dapat juga mati apabila kondisi-kondisi yang mengarah kepada pemutihan cukup parah (Budemeier, et all 2004).

SUMBER PUSTAKA

Budemeier, et all, 2004. Coral reefs and Global Climate Change : Potential Contributions of Climate Change to Stresses on Coral Reef Ecosystems.Pew Center on Global Climate Change, Diunduh dari www.pewclimate.org [1 Juli 2011]

Hutabarat, S dan Evans M.2006.Pengantar Oseanogerafi. UI Press.Jakarta .+157 halaman

IPCC.2007.Climate Change 2007: Synthesis Report. Contribution of Working Groups I,II, and III to the Fourth Assessment Report of the Intergovernment Panel on Climate Change[Core Writing Team, Pachauri, R.K and Reisinger, A (eds.)].IPCC, Geneva, Switzerland, 104pp.

Nondji, A. 2005. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta. viii + 372 h.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s